Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Mujtama Pamekasan kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan literasi Al-Qur’an melalui penyelenggaraan Diklat Metode Tilawati yang berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi STAI Al Mujtama yang berkomitmen meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an secara tartil dan berkaidah.
Diklat ini menghadirkan Ustadz Halili Thahir, instruktur berpengalaman dalam pengajaran metode Tilawati. Dalam sesi pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga dibimbing secara intensif melalui praktik membaca Al-Qur’an dengan pendekatan Tilawati yang menekankan ketepatan makharijul huruf, tajwid, serta irama bacaan yang proporsional.
Ustadz Halili Thahir menegaskan pentingnya kesungguhan dan kontinuitas dalam mempelajari Al-Qur’an. Ia menyampaikan, “Metode Tilawati dirancang untuk membantu pembelajar membaca Al-Qur’an dengan benar, tartil, dan penuh adab. Namun, keberhasilannya sangat ditentukan oleh kesungguhan latihan dan keistiqamahan dalam mengamalkannya.”
Sementara itu, Ketua STAI Al Mujtama Pamekasan menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan kontribusi narasumber dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyatakan, “Alhamdulillah, Diklat Metode Tilawati dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari mahasiswa. Kami berharap pelatihan ini menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi keislaman mahasiswa, khususnya dalam membaca dan menghayati Al-Qur’an.”
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperkuat karakter Qur’ani sivitas akademika. “STAI Al Mujtama berkomitmen menghadirkan program-program penguatan Al-Qur’an yang berkelanjutan sebagai fondasi pembentukan lulusan yang unggul secara akademik dan spiritual,” tuturnya.
Diklat Metode Tilawati ini menjadi salah satu program pengembangan keilmuan dan keagamaan yang selaras dengan visi STAI Al Mujtama Pamekasan dalam mencetak generasi akademisi muslim yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki kedalaman pemahaman dan kecakapan dalam membaca Al-Qur’an.





