Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) bersama Mujtama Peduli Indonesia (MPI) Kabupaten Pamekasan kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan gerakan filantropi berbasis kolaborasi melalui kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di Dusun Sakante, Desa Campor, Kecamatan Proppo, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi manifestasi sinergi kelembagaan dalam memperluas jangkauan manfaat sosial secara berkelanjutan dan terarah.
Program bakti sosial tersebut dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat setempat, dengan sasaran penerima manfaat yang mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Pendekatan yang digunakan tidak semata bersifat karitatif, tetapi juga mengedepankan nilai pemberdayaan dan penguatan solidaritas sosial di tingkat akar rumput.
Secara konseptual, kolaborasi antara LAZISMU dan MPI merupakan refleksi dari paradigma filantropi modern yang menekankan pentingnya kemitraan strategis antar-lembaga. Dalam konteks pembangunan sosial, sinergi antarorganisasi diyakini mampu meningkatkan efektivitas distribusi bantuan, memperluas cakupan layanan, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak secara langsung kepada penerima manfaat, tetapi juga memperkuat ekosistem filantropi lokal di Kabupaten Pamekasan.
Manager LAZISMU Pamekasan, Khairul Jannah, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusional untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa LAZISMU membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak selama memiliki orientasi yang sama dalam tujuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Ini adalah bentuk komitmen LAZISMU untuk terus menebar manfaat dan membuka ruang kerja sama dengan siapa pun selama bertujuan pada kemaslahatan sosial dan pemberdayaan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi LAZISMU sebagai lembaga filantropi yang tidak hanya berperan sebagai pengelola dana zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga sebagai katalisator gerakan sosial yang berbasis kolaborasi dan keberlanjutan.
Sementara itu, Manager MPI Kabupaten Pamekasan, Mohammad As’ad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan MPI kepada masyarakat secara lebih luas sekaligus memperkuat jejaring kerja sosial di tingkat lokal.
“Semoga ini menjadi langkah awal untuk mengenalkan MPI kepada masyarakat yang lebih luas. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan mendukung terlaksananya kegiatan ini,” tuturnya.
Dari perspektif sosial, kegiatan bakti sosial di Dusun Sakante menunjukkan bahwa praktik filantropi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme distribusi bantuan, tetapi juga sebagai instrumen penguatan kohesi sosial. Interaksi langsung antara relawan dan masyarakat menciptakan ruang dialog, empati, serta saling pengertian yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan berbasis komunitas.
Antusiasme masyarakat setempat yang terlihat dari partisipasi aktif berbagai kelompok usia menjadi indikator bahwa program tersebut relevan dengan kebutuhan mereka. Respons positif ini sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam setiap intervensi sosial, sehingga program yang dijalankan tidak bersifat top-down, melainkan lahir dari kesadaran akan kebutuhan riil masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara LAZISMU dan MPI diharapkan dapat terus dikembangkan dalam bentuk program-program yang lebih sistematis dan berkelanjutan, seperti penguatan ekonomi keluarga, pendidikan berbasis komunitas, serta layanan sosial yang adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Sinergi yang terbangun bukan sekadar kerja sama sesaat, melainkan model kolaborasi strategis yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Dengan semangat kebersamaan dan orientasi pada kemaslahatan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas lembaga mampu menghadirkan dampak sosial yang lebih luas dan bermakna bagi masyarakat.





