You are here: Home » News and Blog » Ketua STAI Al-Mujtama Paparkan Model Psikoterapi Sufi Berbasis Pemikiran Ibn Miskawayh pada Seminar Internasional di Bandung

Ketua STAI Al-Mujtama Paparkan Model Psikoterapi Sufi Berbasis Pemikiran Ibn Miskawayh pada Seminar Internasional di Bandung

Bandung, 29 Juli 2026 – Ketua STAI Al-Mujtama Pamekasan, Dr. Akhmad Rofii Damyati, menjadi salah satu pembicara utama dalam International Seminar on the Dialectics of Fiqh and Modernity bertema “Contemporary Islamic Legal Thought in Southeast Asia” yang diselenggarakan oleh STAI Daarut Tauhiid Bandung pada Rabu (29/7/2026). Seminar tersebut menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Dr. Imamuddin dari University of Malaya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Akhmad Rofii Damyati mempresentasikan makalah berjudul “The Theory of the Three Faculties of the Soul in Ibn Miskawayh’s Tahdhīb al-Akhlāq as a Sufi-Psychotherapeutic Model.” Penelitian ini menawarkan pembacaan baru terhadap pemikiran filsuf Muslim abad ke-10, Ibn Miskawayh, sebagai fondasi konseptual bagi pengembangan psikoterapi Islam kontemporer.

Mengawali paparannya, Dr. Damyati menjelaskan bahwa dunia modern tengah menghadapi krisis kesehatan mental yang ditandai dengan meningkatnya kecemasan, depresi, dan disfungsi emosional. Menurutnya, pendekatan psikoterapi modern yang cenderung bersifat sekuler masih menyisakan ruang bagi pengembangan dimensi spiritual, khususnya dalam masyarakat Muslim yang memandang jiwa sebagai entitas yang tidak dapat dipisahkan dari hubungannya dengan Allah SWT.

Ia kemudian menguraikan teori tiga fakultas jiwa (three faculties of the soul) menurut Ibn Miskawayh, yaitu al-nafs al-bahīmiyyah (daya syahwat), al-nafs al-sabu’iyyah (daya amarah), dan al-nafs al-nāṭiqah (daya rasional). Menurut Ibn Miskawayh, kesehatan jiwa tercapai ketika ketiga daya tersebut berada dalam kondisi i’tidāl (keseimbangan), sedangkan ketidakseimbangan menjadi penyebab munculnya penyakit jiwa dan kerusakan akhlak.

Dr. Damyati juga menjelaskan mekanisme ‘ilāj al-nafs (terapi jiwa) yang ditawarkan Ibn Miskawayh melalui tiga tahapan utama, yaitu ‘āda (pembiasaan), muḥāsabah (introspeksi diri), dan riyāḍah al-nafs (latihan spiritual). Menurut hasil penelitiannya, ketiga konsep tersebut memiliki titik temu dengan pendekatan psikoterapi modern, khususnya dalam aspek modifikasi perilaku, namun tetap mempertahankan orientasi transendental yang menjadi ciri khas tradisi intelektual Islam.

Melalui penelitian berbasis kajian pustaka terhadap kitab Tahdhīb al-Akhlāq wa Taṭhīr al-A’rāq, Dr. Damyati menawarkan model konseptual yang dapat dikembangkan menjadi modul konseling Islam berbasis pemikiran Ibn Miskawayh sebagai pelengkap tradisi tazkiyat al-nafs yang selama ini lebih banyak bertumpu pada pemikiran Imam al-Ghazali.

Presentasi tersebut mendapat perhatian dan respons positif dari para peserta seminar. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan mengenai relevansi filsafat etika Islam dalam menjawab tantangan kesehatan mental masyarakat modern.

Keikutsertaan Dr. Akhmad Rofii Damyati sebagai pembicara dalam forum internasional ini semakin menegaskan kontribusi STAI Al-Mujtama Pamekasan dalam pengembangan kajian filsafat Islam, tasawuf, dan psikoterapi Islam di tingkat internasional, sekaligus memperluas jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

STAI AL MUJTAMA white

Jl. Raya Pegantenan Km. 09, Pegantenan, Pamekasan 69361, Tengracak, Plakpak, Kec. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur 69361

© Hak Cipta 2023 – STAI Al Mujtama Pamekasan | Konten Terakhir Dimutakhirkan April 2023