You are here: Home » News and Blog » Ketua STAI Al Mujtama Presentasikan Paper di ICONIS ke-10 UIN Madura

Ketua STAI Al Mujtama Presentasikan Paper di ICONIS ke-10 UIN Madura

Pamekasan, 9 September 2026 — Ketua STAI Al Mujtama Pamekasan, Akhmad Rofii Damyati, Ph.D., menjadi salah satu pemakalah dalam International Conference on Islamic Studies (ICONIS) ke-10 UIN Madura yang diselenggarakan pada Rabu, 9 September 2026. Dalam forum akademik tersebut, ia mempresentasikan paper berjudul “Reconstructing the Intellectual Legacy of Sheikh Yusuf al-Makassari: From Faḍlullāh al-Burhanfūrī’s At-Tuḥfah al-Mursalah to the Nusantara Seven Grades of Being.”

Keikutsertaan STAI Al Mujtama dalam ICONIS ke-10 ini juga menjadi bagian dari implementasi nyata kerja sama antarp perguruan tinggi se-Madura yang dalam beberapa tahun terakhir telah dibangun melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Melalui forum kerja sama tersebut, perguruan tinggi di Madura tidak hanya membangun komitmen secara kelembagaan, tetapi juga berupaya mewujudkannya dalam berbagai kegiatan akademik dan pengembangan keilmuan.

Dalam konteks tersebut, STAI Al Mujtama melalui ketuanya menyumbangkan satu artikel untuk dipresentasikan dalam ICONIS ke-10. Kontribusi ini menjadi salah satu bentuk konkret pelaksanaan kerja sama yang telah dibangun, khususnya dalam bidang pengembangan akademik, penelitian, publikasi, dan pertukaran gagasan ilmiah.

Paper yang dipresentasikan Damyati mengangkat kembali kekayaan intelektual Islam masa lalu, khususnya terkait perkembangan pemikiran metafisika dan konsep gradasi wujud dalam tradisi intelektual Islam Nusantara.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah bagaimana sebuah risalah ringkas karya Faḍlullāh al-Burhanfūrī, At-Tuḥfah al-Mursalah, dapat diterima dan menyebar secara luas hingga ke berbagai wilayah dunia Islam. Risalah tersebut memuat penjelasan mengenai tujuh tingkatan atau gradasi wujud (seven grades of being), yang dapat dipahami sebagai bentuk penyederhanaan dari uraian metafisis yang lebih panjang dan kompleks dalam karya Ibn ‘Arabi, terutama Al-Futūḥāt al-Makkiyyah.

Popularitas dan penyebaran luas risalah tersebut menunjukkan dinamika serta tingginya minat terhadap khazanah intelektual Islam pada masa lalu. Namun, penyebaran ajaran tanpa selalu disertai bimbingan intelektual yang memadai juga berpotensi melahirkan pemahaman yang lebih sederhana terhadap konsep-konsep metafisis yang kompleks. Dalam konteks inilah muncul berbagai penafsiran yang mengaitkan ajaran tersebut dengan panteisme, seolah-olah Tuhan bersemayam atau menyatu secara langsung dengan diri manusia.

Menurut Damyati, Syekh Yusuf al-Makassari merupakan salah satu tokoh penting yang berkontribusi dalam memberikan penjelasan dan pelurusan terhadap pemahaman tersebut. Syekh Yusuf melakukan sejumlah modifikasi terminologis, khususnya dalam menjelaskan tingkatan wujud yang berkaitan dengan realitas fisik. Rekonstruksi lebih lengkap mengenai gagasan tersebut dibahas dalam paper yang dipresentasikan pada konferensi tersebut.

Dalam sesi parallel session, Damyati juga terlibat dalam diskusi mengenai hubungan antara agama dan persoalan lingkungan. Ia mengkritisi pandangan salah satu panelis yang mengajukan kembali tesis bahwa agama merupakan salah satu penyebab berbagai kekacauan di dunia, termasuk persoalan lingkungan.

Damyati mempertanyakan tesis tersebut dengan menawarkan perspektif yang melihat hubungan antara agama dan lingkungan secara lebih kompleks. Menurutnya, relasi antara agama dan lingkungan tidak semestinya selalu dipahami dalam kerangka pertentangan. Tradisi keagamaan justru memiliki sumber-sumber intelektual dan etis yang dapat dikembangkan untuk merespons berbagai persoalan ekologis kontemporer.

Perspektif tersebut sekaligus membuka ruang bagi khazanah turāth pesantren untuk berkontribusi dalam diskursus akademik kontemporer. Di tengah berkembangnya narasi sekuler yang cenderung menempatkan agama sebagai bagian dari problem sosial dan lingkungan, khazanah intelektual pesantren menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tidak hanya dapat menjadi objek kajian, tetapi juga dapat menawarkan kerangka konseptual dan solusi terhadap berbagai persoalan kekinian.

Keikutsertaan STAI Al Mujtama dalam ICONIS ke-10 ini sekaligus menegaskan bahwa kerja sama antar perguruan tinggi se-Madura perlu terus diarahkan pada kegiatan-kegiatan konkret yang memberikan manfaat bagi pengembangan akademik dan keilmuan. Melalui kontribusi artikel dan partisipasi dalam forum ilmiah, kerja sama yang telah dituangkan dalam MoU dapat terus dihidupkan dan diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata.

STAI AL MUJTAMA white

Jl. Raya Pegantenan Km. 09, Pegantenan, Pamekasan 69361, Tengracak, Plakpak, Kec. Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur 69361

© Hak Cipta 2023 – STAI Al Mujtama Pamekasan | Konten Terakhir Dimutakhirkan April 2023